Pusat Studi STEM Unsyiah merupakan salah satu Pusat Studi/Riset di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah. Pusat Studi STEM ini bergerak di bidang STEM Education, dimana di dalam risetnya mencoba mengintegrasikan pembelajaran yakni Sains, Teknologi, Engineering/Teknik dan Matematika menjadi padu dan tidak dilakukan secara terpisah sehingga memunculkan nuansa baru dalam pembelajaran dan menciptakan kondisi pembelajaran menjadi menyenangkan bagi siswa.

Saat ini Pusat Studi STEM melalui PEER Project Cycle 6 mendapatkan bantuan pembiayaan dari USAID yakni sebuah Badan Bantuan Pembangunan International Amerika. USAID merupakan sebuah lembaga independen dari pemerintah Amerika yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain di negara-negara berkembang.

Pada tanggal 29 Agustus 2018, Pusat Riset STEM Unsyiah melalui IMT-GT Uninet telah melakukan workshop dan juga meeting untuk pertama kalinya dengan tujuan menjalin kolaborasi memperkenalkan STEM Education di level Asia Tenggara. IMT-GT Uninet merupakan kerja sama antar Universitas di tiga negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand. Dalam kegiatan yang dilaksanakan kemarin dihadiri oleh delegasi National Movement Malaysia dan 5 Universitas dari Malaysia, 2 Universitas dari Thailand, 4 Universitas dari Indonesia dengan menjadikan Unsyiah sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut. Kegiatan workshop dan meeting IMT-GT Uninet STEM ini diketuai langsung oleh Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.

Kegiatan workshop on Innovative Pedagogy for Teaching STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) tersebut berlangsung di gedung ICT Center Unsyiah yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Dr. Hizir Sofyan. Kegiatan ini diikuti oleh 16 delegasi dari peserta IMT-GT Uninet dan 50 peserta yang merupakan guru SMA/MA yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, Dinas Pendidikan Aceh dan LPMP Aceh. Kegiatan ini di sambut baik oleh peserta dengan mengikuti seluruh materi yang disampaikan oleh pemateri dari tiga negara tersebut.

Ini merupakan suatu kegiatan yang baik, dosen-dosen dengan background bidang studi yang berbeda dan universitas berbeda berkumpul untuk mendiskusikan upaya peningkatan mutu pendidikan anak bangsa. Kedepannya Pusat Studi STEM akan terus melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam upaya peningkatan kemampuan guru sains melalui STEM Education ini. Dalam The fisrt meeting IMT-GT UNINET STEM, Ketua Pusat Studi STEM, Irwandi. Ph.D menyampaikan bahwa tujuan Pusat Studi STEM ini tidak hanya sampai di level nasional saja, namun terdengar gaungnya sampai di Asia. Project besar ke depannya nanti adalah melaksanakan Summer Camp STEM Education untuk siswa di Aceh dan juga terlaksananya International Conferences di tahun 2020. “Untuk mencapai semua keinginan tersebut, Pusat Studi STEM Unsyiah saja tidaklah cukup, impian hanya akan tinggal impian jika tidak adanya dukungan dari berbagai pihak yang bergerak di bidang pendidikan Aceh sehingga kegiatan-kegiatan tersebut benar-benar dapat terlaksana di Aceh.” Ungkap Irwandi, Ph.D.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan IMT-GT Uninet tersebut, Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman, SE., Ak., MM turut mengundang para delegasi yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk makan malam bersama di kediaman beliau. Jamuan makan malam tersebut juga diiringi dengan menampilkan salah satu kesenian Aceh yaitu Rapai Geleng. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan beliau terhadap kegiatan IMT-GT STEM Uninet. Untuk diketahui, Walikota Banda Aceh sendiri merupakan Ketua Green Cities Mayor Council IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand and Growth Triangle).

Please follow and like us:
20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *